Saudaraku yang semoga dirahmati oleh Allah, sesungguhnya orang yang tidak mengenal kemuliaan akhirat dan malas beribadah akan menganggap dunia ini sebagai negeri yang senantiasa ia tempati. Ia selalu merasa kurang terhadap apa yang dimilikinya, tidak pernah merasa cukup mengejar dunia sampai segala keinginannya terpenuhi.
Padahal, apa yang ia usahakan, berupa harta, anak, dan lain-lain, semua itu tidak akan pernah menimbulkan kepuasan pada dirinya, bahkan mampu membawa kesengsaraan baginya. Seharusnya dia menyadari bahwa sebentar lagi kematian akan menghampirinya. Adapun orang yang mendapat taufik, dia menyadari bahwa dunia dan segala keindahannya itu hanyalah tipuan belaka, sehingga dia tidak terperdaya bahkan sebaliknya akan bergegas menuju ampunan Allah serta surga yang seluas langit dan bumi, yang dipersiapkan bagi orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Kenikmatan di Surga
Saudaraku … bersegeralah menuju ampunan Rabb kalian dan surga yang seluas langit dan bumi. Di dalamnya terdapat berbagai kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, ataupun terbetik di hati seorangpun. Hal ini sebagaimana dibenarkan oleh firman Allah 'azza wa jalla yang artinya,
"Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam ni'mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan." (As Sajdah : 17).
Di antara kenikmatan di surga yang Allah dan Rasul-Nya telah perkenalkan pada kita adalah :
[1]. Merasakan nikmatnya sungai susu, arak, dan madu, sebagaimana Allah Ta'ala berfirman yang artinya," (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamer (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring." (Muhammad : 15).
[2]. Mendapatkan isteri yang masih belia dan berumur sebaya, sebagaimana firman Allah yang artinya, ”Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya." (An Naba' : 31-33).
[3]. Hidup kekal dengan nikmat lahir dan batin, sebagaimana Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya, "Siapa yang masuk surga selalu merasa nikmat, tidak pernah susah, pakaiannya tidak pernah cacat, dan kepemudaannya tidak pernah sirna." (HR. Muslim).
[4]. Diberi umur muda, sebagaimana Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya, "Ahli surga, berbadan indah tanpa bulu, matanya indah bercelak, umurnya 30 atau 33 tahun." (Shohihul Jaami').
[5]. Memandang wajah Allah yang mulia, sebagaimana diriwayatkan dari Shuhaib, bahwa Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika surga telah dimasuki oleh para penghuninya, ada yang menyeru : 'Wahai penduduk surga, sesungguhnya Alloh mempunyai suatu janji untuk kalian yang janji tersebut berada di sisi Allah, di mana Dia ingin menuaikannya.' Mereka berkata : 'Apakah itu? Bukankah Dia telah memberatkan timbangan-timbangan kami, memasukkan kami ke surga, dan menyelamatkan kami dari neraka?' Beliau melanjutkan: 'Maka Allah menyingkapkan hijabnya (tabirnya), sehingga mereka melihat-Nya (wajah Allah). Demi Allah, Allah belum pernah memberikan sesuatu pun yang lebih mereka cintai dan menyejukkan pandangan mereka daripada melihat-Nya." (HR. Muslim).
Masih banyak sekali ayat dan hadits lainnya yang menerangkan tentang sifat-sifat surga, kenikmatannya, kesenangannya, kebahagiannya, dan keelokannya. Semoga Allah menjadikan kita sebagai penghuninya.
Jalan Menuju Surga
Jika ada yang bertanya tentang amal dan jalan menuju ke surga, maka jawabannya telah Allah berikan secara jelas dalam wahyu yang diturunkan kepada Rasul-Nya yang mulia. Di antaranya sebagaimana yang Allah jelaskan dalam surat Al Mu'minuun ayat 1-11. Beberapa sifat-sifat penghuni surga -semoga Allah menjadikan kita sebagai penghuninya- dari ayat tersebut adalah:
Pertama, beriman kepada Allah dan perkara-perkara yang wajib diimani dengan keimanan yang mewajibkan penerimaan, ketundukan, dan kepatuhan.
Kedua, khusyu' dalam shalatnya yaitu hatinya hadir dan anggota tubuhnya tenang.
Ketiga, menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia (yang tidak mempunyai faedah dan kebaikan).
Keempat, menunaikan zakat yaitu bagian harta yang wajib dikeluarkan atau mensucikan jiwa mereka (karena salah satu makna zakat adalah bersuci) berupa perkataan dan perbuatan.
Kelima, menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri dan budaknya.
Keenam, memelihara amanah yang dipercayakan dan memenuhi janjinya baik kepada Alloh, kepada sesama mukmin, ataupun kepada makhluk lainnya.
Ketujuh, melaksanakan sholat pada waktunya, sesuai dengan bentuknya yang sempurna, dengan memenuhi syarat, rukun, dan kewajibannya.
Selain ayat di atas, Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam juga telah menjelaskan tentang jalan menuju surga yaitu dengan menuntut ilmu syar'i. Rasulullah shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda yang artinya, "Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkannya dalam menempuh jalan ke surga." (HR. Muslim). Ya Alloh, mudahkanlah kami untuk melaksanakan amalan-amalan ini dan menetapkan kami di atasnya.
~♥✿.¸¸.•´✿◕ SAHABAT ~♥✿.¸¸.•´✿◕ (¯`v´¯) HargaiLah bila bersahabat,SayangiLah biLa bersama, `•.¸.•´ MaafKanLah biLa terLuka,RindUiLah biLa berjaUhan, ¸.•´... ¸.•´¨) ¸.•*¨) fahamiLah biLa keLiru,NasihatiLah biLa terLupa, (¸.•´ (¸.•´ .•´ ¸¸.•¨¯`•.♥ Dan TegUrLah biLa ada keSiLapan. •.,,.-°-★-*-.,,.- MaNisnya berSahabat krNa ALLAH!! •.,,.-°-★-*-.,,.-
Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Bijak dan Pandai
Smart Dulu masa ‘training’ kat hospital dulu aku pernah ditanya satu soalan...apa beza antara bijak dan pandai...aku terkedu sebab tak tahu. Lama jugak aku fikir macam mana nak jawab soalan tu. Sampai sekarang pun aku masih keliru..
Orang yang bijak tak semestinya pandai dan orang yang pandai tak semestinya bijak...Didalam peperiksaan budak yang dapat ‘straight’ A tak bererti dia bijak tapi dia berjaya sebab dia pandai menjawab soalan ‘exam’. Macam kaki tipu..jarang kita dengar orang panggil orang yg suka menipu nie ‘bijak’ menipu tapi orang selalu kata orang tu ‘pandai’ menipu.
Macam jugak peribahasa Melayu ‘Sepandai pandai- tupai melompat, akhirnya jatuh ke tanah juga’ Apesal orang dulu-dulu tak guna ‘sebijak-bijak’ tupai melompat?
Cheater Di Malaysia tahap kepandaian seseorang tu selalu diukur dgn berapa banyak A yang dia dapat masa periksa. Kalau berjela-jela..huh ‘terror’ la. Tp kalau tak... macam mana? Adakah bermakna orang tu bodoh..bagi aku tak..hanya kerana dia tak pandai menjawab periksa mengikut skema, tak bermakna dia bodoh dan tak bermakna dia tak bijak. F-
orang yg sijil SPMnya tak der A berjela..ade yg takat Saja Ambik Periksa (SAP). Tapi mereka nie semua berjaya..ada tu yg dah jadi hartawan mampu memberi perkerjaan kat orang lain lagi. Sebab utama ialah kerana mereka BIJAK mengatur masa depan.
Mak-mak kita atau nenek kita dulu ader yang tak lulus pun LCE ker MCE ler tapi diorang bijak mengendalikan rumahtangga dapat memelihara keluarga bahagia dan membesarkan anak-anak tanpa sebarang masalah sehingga semuanya berjaya. Adakah mereka nie bodoh sebab tak der sijil berbuku-buku?
Kadang-kadang aku jumpa orang yang mendabik dada cakap dia pandai dan orang lain bodoh hanya sebab dia lulus SPM dgn cemerlang sekali dan boleh masuk universiti. Bagi aku orang nie lah yang sebenarnya bodoh sebab dia telah merendahkan martabat orang lain. Iblis kena tendang dari syurga pun sebab bagi alasan cam nie...dia rasa dia lagi ‘terror’ dari Nabi Adam A.S.
Orang yang bijak mampu berjaya kerana dia pandai mengatur hidupnya...orang pandai akan mampu berjaya kalau dia bijak merencana hidupnya...
Orang yang bijak tak semestinya pandai dan orang yang pandai tak semestinya bijak...Didalam peperiksaan budak yang dapat ‘straight’ A tak bererti dia bijak tapi dia berjaya sebab dia pandai menjawab soalan ‘exam’. Macam kaki tipu..jarang kita dengar orang panggil orang yg suka menipu nie ‘bijak’ menipu tapi orang selalu kata orang tu ‘pandai’ menipu.
Macam jugak peribahasa Melayu ‘Sepandai pandai- tupai melompat, akhirnya jatuh ke tanah juga’ Apesal orang dulu-dulu tak guna ‘sebijak-bijak’ tupai melompat?
Cheater Di Malaysia tahap kepandaian seseorang tu selalu diukur dgn berapa banyak A yang dia dapat masa periksa. Kalau berjela-jela..huh ‘terror’ la. Tp kalau tak... macam mana? Adakah bermakna orang tu bodoh..bagi aku tak..hanya kerana dia tak pandai menjawab periksa mengikut skema, tak bermakna dia bodoh dan tak bermakna dia tak bijak. F-
orang yg sijil SPMnya tak der A berjela..ade yg takat Saja Ambik Periksa (SAP). Tapi mereka nie semua berjaya..ada tu yg dah jadi hartawan mampu memberi perkerjaan kat orang lain lagi. Sebab utama ialah kerana mereka BIJAK mengatur masa depan.
Mak-mak kita atau nenek kita dulu ader yang tak lulus pun LCE ker MCE ler tapi diorang bijak mengendalikan rumahtangga dapat memelihara keluarga bahagia dan membesarkan anak-anak tanpa sebarang masalah sehingga semuanya berjaya. Adakah mereka nie bodoh sebab tak der sijil berbuku-buku?
Kadang-kadang aku jumpa orang yang mendabik dada cakap dia pandai dan orang lain bodoh hanya sebab dia lulus SPM dgn cemerlang sekali dan boleh masuk universiti. Bagi aku orang nie lah yang sebenarnya bodoh sebab dia telah merendahkan martabat orang lain. Iblis kena tendang dari syurga pun sebab bagi alasan cam nie...dia rasa dia lagi ‘terror’ dari Nabi Adam A.S.
Orang yang bijak mampu berjaya kerana dia pandai mengatur hidupnya...orang pandai akan mampu berjaya kalau dia bijak merencana hidupnya...
Posted by
zuraini mzahry
Labels:
kehidupan
aku bisa kerana mu sayang

aku bisa kerana mu sayang...
sesungguhnya engkau yang menjadikan aku seorang ibu sayang,
engkau memanggilku mama karena aku wanita yang melahirkanmu
sesungguhnya engkaulah tempat aku belajar menjadi ibu sayang,
tahukah, ketika engkau lahir ke dunia ibumu ini belum mahir untuk menjadi seorang ibu sayang
ketika engkau menangis
aku belajar supaya bisa menenangkanmu di dekapku
ketika engkau lapar
aku belajar supaya bisa menyuapimu
ketika engkau mulai meniru mengucap kata
sungguh aku mulai banyak membaca dongeng-dongeng bergambar
supaya aku lancar berdongeng untukmu
ketika engkau mulai sekolah
aku belajar supaya bisa mengajarkanmu membaca, berhitung dan mengaji Al-Qur'an
ketika engkau mulai menghafalkan surat-surat pendek
aku juga belajar menghafal supaya aku bisa menyimakmu dengan baik
ketika PR mu semakin banyak
aku semakin banyak membaca supaya bisa menjawab pertanyaanmu dan membantumu menyelesaikan PR mu
ketika engkau mulai memiliki teman kecilmu
aku belajar supaya bisa menjadi sahabatmu yang paling sejati
ketika engkau berantem dengan temanmu
aku belajar supaya menjadi penenangmu dan penghiburmu
ketika engkau sakit
aku belajar supaya bisa menjadi perawatmu yang sabar
ketika engkau bandel
aku belajar supaya bisa mengendalikan diri dari nafsu amarahku yang tiba-tiba ingin meledak
sesungguhnya aku menjadi ibu karena ada engkau sayang
karena engkau ada di dunia melalui rahimku
sebagai amanah dari Dia yang Esa
Janganlah lelah mengajari ibumu ini nak
Wallahua'lam
Posted by
zuraini mzahry
Labels:
kehidupan
manusia. . .
Kalau perempuan lawa pendiam
Lelaki akan cakap:: woow, ciri-ciri isteri idaman...
kalau perempuan tak lawa pendiam
Lelaki akan cakap: eh tak reti komunikasi betul...
kalau perempuan lawa berbuat jahat
Lelaki akan kata: musti ada krisis dalaman nih.kesian
kalau perempuan tak lawa berbuat jahat
Lelaki akan cakap: dah la tak lawa, perangai pulak huduh...
kalau perempuan lawa menolong Lelaki yg diganggu
Lelaki akan cakap: heroin sejati...!
kalau perempuan tak lawa menolong Lelaki yang diganggu
Lelaki akan kata: taktik nak ngorat le tu...
kalau perempuan lawa dapat Lelaki hensem
Lelaki akan kata: ok gak la....
kalau perempuan tak lawa dapat Lelaki hensem
Lelaki akan kata: kesian..mesti kena bomoh lelaki tuh!
kalau perempuan lawa ditinggal kekasih
Lelaki akan kata: buta kayu betul mamat tu....
kalau perempuan tak lawa ditinggal kekasih
Lelaki akan kata:...patut pun kena reject...
kalau perempuan lawa penyayang binatang
Lelaki akan cakap: perasaannya halus...penuh kasih sayang
kalau perempuan tak lawa penyayang binatang
Lelaki akan cakap: sesama keluarga memang harus menyayangi...
kalau perempuan lawa bawa BMW
Lelaki akan cakap: ntah dato' mana bela nih....
kalau perempuan tak lawa bawa BMW
Lelaki akan cakap: musti anak org kaya nih.....
kalau perempuan lawa tak mau bergambar
Lelaki akan cakap: pasti takut kalau2 gambarnya tersebar
kalau perempuan tak lawa tak mau bergambar
Lelaki akan kata: sedar pun diri...
kalau perempuan lawa menuang air ke gelas lelaki
Lelaki akan cakap: caring sungguh....
kalau perempuan tak lawa menuang air ke gelas lelaki
Lelaki akan cakap: nak tunjuk caring le tu....
kalau perempuan lawa bersedih hati
Lelaki akan cakap: dont worryi will make u happy forever
kalau perempuan tak lawa bersedih hati
Lelaki akan kata: sikit2 nak nangis!! mengada2...
kalau perempuan lawa masak
Lelaki akan kata: dah la lawa, pandai masak pulak tu...
kalau perempuan tak lawa masak
Lelaki akan cakap: ntah sedap ke tak????
kalau perempuan lawa main2 miss call
Lelaki akan kata: takpe...
kalau perempuan tak lawa main2 miss call
Lelaki akan cakap: ko ni takde keja lain ke... sibuk ni tau..
kalau perempuan lawa hantar2 email
Lelaki akan kata: sukenya....
kalau perempuan tak lawa hantar2 email
Lelaki akan cakap: balik2 email dia.boring
p/s : jangan menilai seseorang dari luaran...
Posted by
zuraini mzahry
Labels:
kehidupan
mimpi
Perkongsian:
baru pulang dr kuliah TG Haron Din.. beliau m'buka kuliah dgn satu pertanyaan. Adakah anda semua pernah b'mimpi melihat diri anda berbogel?..semua hadirin tersentak. TG meminta sape2 yg pernah b'mimpi mengangkat tangan. tiada seorang pun yg angkat. TG b'istighfar...TG menyambung dgn satu kisah...kisah itu diambil dari majalah arab. dalam majalah itu m'ceritak satu wawancara dgn Imam Masjidil Haram Sheikh Sudais...dlm wawancara itu, ada sesi soal jawab melalui telefon. satu panggilan diterima. Pemanggil itu b'tny soalan ttg tafsir mimpi. sheikh kata beliau tak pandai ilmu tafsir mimpi, tp hny sebahagian shj beliau tahu. pemanggil itu m'ceritakan mimpinya, dlm mimpinya dia melihat seorang lelaki sdg b'tawaf dlm keadaan bogel tanpa ada perasaan malu. Sheikh m'jwb masyaallah..masyaallah...sheik h kata tafsir mimpi ini saya tahu. sheikh kata 'org itu mendapat keampunan dari allah dan segala amalan dia diterima'. umpama anak yg baru dilahirkn tanpa sebarang dosa. Pemanggil itu b'tny: bolehkah saya menceritakan khabar baik ini kpd lelaki yg saya nampak beliau dalam mimpi saya?. sheikh kata: menjadi satu kewajipan anda memberi khabar gembira ini kepada lelaki itu. lantas pemanggil itu b'kata: lelaki itu adalah tuan Sheikh sendiri. Sheikh Sudais terkejut dan menangis2. sehingga prgm wawancara tersebut terpaksa dibatalkan
alangkah ruginya kita
dan alangkah untungnya manusia itu
mendapat keampunan dari allah dan segala amalan diterima
amalan kita termasuk perjuangan kita ini banyak bercampur dgn dosa, malas, banyak alasan dan macam2 lagi
original copy ~ Ustaz Wan Mohamad Rashadan (USIM)~
Posted by
zuraini mzahry
Labels:
kehidupan
Haramkah Menonton Wayang?
Ada rakan saya berkata kepada saya bahawa hukum menonton wayang di pawagam adalah haram kerana banyak kemungkaran di dalamnya. Adakah ini benar? Selain itu , adakah berkaraoke di tempat karaoke juga haram? Harap ustaz dapat membantu dalam hal ini.
- Nafiz
Assalamualaikum Warahmatullah.
Adapun hukum menonton wayang atau menonton televisyen itu pada asalnya adalah harus/dibolehkan. Namun padanya kemungkinan di sana terdapat perkara-perkara yang menyalahi syariat (seperti pergaulan bebas di antara lelaki dan perempuan, filem yang ditayangkan terdapat unsur-unsur seks dan seumpamanya) menyebabkan ia boleh terjatuh pada bahagian haram (li qoiri) kerana ada unsur-unsur lain padanya.
Oleh itu, jikalau menonton wayang tanpa ada perkara-perkara yang menyalahi syariat Islam maka ia adalah diharuskan. Tetapi jika terdapat perkara-perkara yang menyalahi syariat maka ia tidak dibolehkan.
Begitu jugalah dengan karaoke. Adakah lagu yang didendangkan itu menyalahi syarak? Adakah berlaku pergaulan bebas di antara lelaki dan perempuan. Adakah dengan karaoke itu akan menyebabkan seseorang itu meninggalkan solat? Jika jawapan kepada persoalan-persoalan ini semuanya tidak menyalahi syarak, maka tiada masalah untuk berkaraoke.
Walaubagaimanapun, pilihan paling bijak ialah dengan meninggalkan segala perbuatan yang sia-sia atau tidak mendatangkan manfaat. Banyak lagi perkara yang boleh dilakukan dan dapat pula memdatangkan manfaat kepada diri dan orang lain.
Wallahualam.
- Ustaz Muhammad Rashidi Bin Haji Wahab
Soal Jawab iluvislam.com
http://www.iluvislam.com/soal-jawab/tanya-ustaz/2677.html
Posted by
zuraini mzahry
Labels:
kehidupan
Berhemah Dalam Menegur
''Hai orang-orang yang beriman taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul dan kepada pemangku kekuasaan di antaramu. Maka jika kamu berselisih dalam sesuatu (perkara), kembalilah ia kepada (kitab) Allah dan (sunah) Rasul, jika kamu benar-benar beriman terhadap Allah dan hari kemudian. Itulah yang leb...ih baik dan lebih bagus kesudahannya."
Firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 59 tersebut dengan jelas memperingatkan umat Islam supaya tidak membiarkan sesuatu pertelingkahan atau perbezaan pendapat itu mencetuskan perpecahan di antara mereka.
Sememangnya dalam kehidupan ini, perbezaan pendapat dan mempunyai pandangan yang berlainan adalah sesuatu perkara yang lumrah justeru apabila ia berlaku jangan sesekali ada di antara kita dengan mudah membuat kesimpulan yang menjurus kepada prasangka kononnya ia bertujuan memburukkan sesiapa.
Allah telah mengingatkan kita dalam surah Yunus ayat 36 dengan menegaskan, ''Prasangka itu tidak mendatangkan kebenaran apa pun." Oleh itu jika tercetus sesuatu isu antara kita dan terwujudnya perbezaan pendapat atau terbentuk sesuatu teguran ia seharusnya ditangani dengan sebijak-bijaknya.
Janganlah kita terlalu gopoh ke hadapan dengan membuat andaian yang bukan-bukan atau berhujah dengan penuh emosi sehingga terwujud cabar-mencabar.
Sebaliknya teguran atau sesuatu pandangan itu perlu diteliti dan dihalusi sertai dikaji kebenarannya. Ini kerana perbuatan menegur orang yang melakukan kesalahan merupakan tindakan yang amat diperintah oleh Allah.
Firman Allah dalam surah An-Nahl ayat 125 bermaksud;
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik."
Namun begitu sejak kebelakangan ini kita melihat semakin banyak pihak yang tidak boleh ditegur biarpun apa yang dinyatakan oleh seseorang itu mempunyai kebenarannya.
Sesungguhnya Rasulullah s.a.w telah mengingatkan bahawa sesuatu kebenaran itu perlu dinyatakan biarpun pahit dan baginda juga menegaskan,
''Siapa sahaja di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka tegurlah dengan tangannya (kekuasaannya). Jika tidak mampu, maka tegurlah dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka tegurlah dengan hati. Namun, ini adalah keimanan paling lemah."
Islam telah menggariskan dalam membuat teguran, kita haruslah berhati-hati apatah lagi jika kita cuba bertindak sebagai 'orang perantaraan' bagi menjelaskan sesuatu perkara.
Panduan
Tiga faktor yang digariskan oleh Islam boleh menjayakan sesuatu teguran itu ialah;
1) tidak merendahkan ego orang yang ditegur
2) mencari waktu yang tepat
3) memahami kedudukan orang yang ditegur
Hakikatnya, Islam memberi panduan yang jelas dalam kita memberi teguran dan bagaimana sikap kita apabila ditegur. Kita tidak harus melatah apatah lagi terlalu emosional sehingga menyebabkan kita melafazkan kata-kata yang tidak sepatutnya.
Semua itu tidak akan menyelesaikan masalah sebaliknya hanya akan mengeruhkan lagi keadaan, tidak kira sama ada kita pemimpin atau tidak tetapi apa yang kita perkatakan pasti akan dinilai oleh manusia dan diperhitungkan oleh Allah.
Kegagalan untuk mengawal perasaan kita berhujah akan menyebabkan berlaku tuduh-menuduh yang kesudahannya akan mencetus permusuhan antara kita.
Tindakan ini sudah tentulah bertentangan dengan firman Allah dalam surah Ali-Imran ayat 103 yang mengingatkan,
''Dan berpegang teguhlah kamu sekalian dengan tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai dan ingatkan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan hati kamu lalu jadikan kamu dengan nikmat Allah itu orang-orang yang bersaudara, pada hal dahulunya kamu telah berada di jurang neraka, maka Dia menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat agar kamu mendapat petunjuk."
Hakikatnya, Islam tidak hanya mengajar etika menegur umat seagama tetapi Islam juga mengajar kita bagaimana cara menegur yang betul kepada umat daripada agama lain, tidak kita seburuk apa pun kesalahannya.
Ia terkandung dalam al-Quran melalui perintah Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Harun untuk berkata lembut kepada Firaun seperti mana firman-Nya dalam surah Thaha ayat 44 yang bermaksud;
''Berbicaralah kalian berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut."
Jika dengan Firaun pun Allah perintahkan para nabi bercakap dengan lemah lembut, apatah lagi kita sesama Islam. Ertinya Allah tidak suka jika kita bercakap atau berhujah mengikut perasaan semata-mata.
Rasulullah s.a.w bersabda,
''Percakapan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, dia harus bercakap dan apabila ia boleh mendatangkan keburukan, maka dia hendaklah tidak melafazkannya. Sesungguhnya hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa sahaja yang dia mahukan''.
Seperkara lagi dalam kita berhujah atau mempertahankan sesuatu elakkan daripada memalsukan fakta apatah lagi membuat pujian yang bukan-bukan kepada seseorang ini.
Ia disebabkan pujian yang melampau itu adalah bencana lidah (min afat al lisan) yang sangat berbahaya.
Dalam buku Ihya 'Ulum al-Din, Imam Ghazali menyatakan enam bahaya (keburukan) yang mungkin timbul daripada budaya memuji tersebut iaitu empat keburukan kembali kepada orang yang memberikan pujian dan dua keburukan lainnya kembali kepada orang yang dipuji.
Bagi pihak yang memuji, keburukan yang akan diperoleh ialah melakukan pujian secara berlebihan sehingga menjerumus ke dalam dusta, dia memuji dengan berpura-pura menunjukkan rasa cinta dan simpati yang tinggi sedangkan dalam hatinya adalah sebaliknya, ia menyatakan sesuatu yang tidak disokong oleh fakta sebaliknya pembohongan semata-mata dan dia telah menggembirakan orang yang dipuji padahal orang itu melakukan kesalahan.
Bangga
Dua keburukan yang menanti orang yang dipuji pula ialah dia akan merasa sombong (kibr) dan bangga diri (ujub) - kedua-dua adalah penyakit yang boleh 'mematikan' hati seseorang dan keburukan kedua, orang yang dipuji akan merasa hebat, tidak perlu bersusah payah dan bekerja kuat.
Kesimpulannya, dalam apa juga yang kita lakukan berkaitan dengan lidah yang melahirkan kata-kata kita harus berhati-hati, tidak kiralah sama ada ia teguran, pujian, kenyataan atau berhujah.
Ini kerana setiap apa yang diperkatakan akan diperhitungkan di akhirat kelak apatah lagi jika ia berkaitan dengan soal kebenaran dan kebatilan.
Justeru jadikanlah firman Allah dalam surah Ali-Imran ayat 104 dan 105 sebagai pegangan, maksudnya;
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang mengajak kepada kebajikan dan menyuruh kepada makruf dan mencegah dari kemungkaran dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka dan mereka itulah orang-orang yang akan mendapat azab yang berat.
Posted by
zuraini mzahry
Labels:
kehidupan
Hukum CHATTING dengan BUKAN MAHRAM atau berbual LAMA secara ALAM MAYA.
oleh اسمي واني pada pada 13hb Mei 2011 pukul 9.18 ptg
Monday, 02 May 2011 16:16 Assalamualaikum Ustazah, Saya ingin bertanya tentang hukum saya berkomunikasi dengan bukan mahram saya melalui internet samada chatting atau perbualan2 melalui facebook, email dsb. Saya seorang wanita muslimah yang masih menuntut di IPT.
Bentuk perbualan saya selalunya bukan perkara penting, Cuma sembang-sembang, menyampuk-nyampuk maklumat yang ada dalam facebook mereka. Begitu juga kawan-kawan lelaki saya akan membalas perbualan tersebut. Begitulah hari demi hari kami saling berhubungan tanpa sekatan di alam cyber sedangkan di alam nyata kami menjaga batas-batas hubungan lelaki dan wanita bukan mahram ini. Harap ustazah dapat melayani pertanyaan saya ini. Terima kasih. Gadis Muslimah.Terima kasih atas pertanyaan itu. Gadis Muslimah dan semua wanita muslimah yang membaca soaljawab ini, Sebagaimana yang kita maklumi bahawa, komunikasi dengan tulisan melalui jaringan internet atau yang lebih dikenal dengan chatting baru muncul dan populer beberapa tahun terakhir. Yaitu, tepatnya setelah ditemui jaringan internet
. Karena itu dalam kitab2 ulama terdahulu khususnya buku fiqh, istilah ini tidak akan ditemui. Namun asas bagi hukum chatting ini sebenarnya sudah dibahas oleh ulama, jauh sebelum jaringan internet ditemukan. Chatting dengan lawan jenis yang bukan mahram sama halnya dengan berbicara melalui telepon, SMS, dan berkiriman surat. Semuanya ada persamaan. Yaitu sama-sama berbicara antara lawan jenis yang bukan mahram. Persamaan ini juga mengandung adanya persamaan hukum. Karena itu,ada dua perkara berkaitan yang perlu kita bahas sebelum kita lebih jauh membicarakan hukum chatting itu sendiri.
Pertama, adalah hukum bicara dengan lawan jenis yang bukan mahram. Kedua, adalah hukum khalwat. Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara'. Seperti pembicaraan yang mengandung kebaikan, menjaga adab-adab kesopanan, tidak menyebabkan fitnah dan tidak khalwat.
Begitu jika hal yang penting atau berhajat umpamanya hal jual beli, kebakaran, sakit dan seumpamanya maka tidaklah haram. Dalam sejarah kita lihat bahwa isteri-isteri Rasulullah berbicara dengan para sahabat, ketika menjawab pertanyaan yang mereka ajukan tentang hukum agama. Bahkan ada antara isteri Nabi SAW yang menjadi guru para sahabat selepas wafatnya baginda yaitu Saidatina Aisyah RA. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman yang artinya: “Karena itu janganlah kamu (isteri-isteri Rasul) tunduk(yakni melembutkan suara) dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik”. (QS. al-Ahzab: 32) Imam Qurtubi menafsirkan kata ‘Takhdha’na’ (tunduk) dalam ayat di atas dengan arti lainul qaul (melembutkan suara) yang memberikan rasa ikatan dalam hati.
Yaitu menarik hati orang yg mendengarnya atau membacanya adalah dilarang dalam agama kita. Artinya pembicaraan yang dilarang adalah pembicaraan yang menyebabkan fitnah dengan melembutkan suara. Termasuk di sini adalah kata-kata yang diungkapkan dalam bentuk tulisan. Karena dengan tulisan seseorang juga bisa mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan seseorang merasakan hubungan istimewa, kemudian menimbulkan keinginan yang tidak baik. Termasuk juga dalam melembutkan suara adalah kata-kata atau isyarat yang mengandung kebaikan, namun ia boleh menyebabkan fitnah. Yaitu dengan cara dan bentuk yang menyebabkan timbulnya perasaan khusus atau keinginan yang tidak baik pada diri lawan bicara yang bukan mahram. Baik dengan suara ataupun melalui tulisan.
Jika ada unsur2 demikian ia adalah dilarang meskipun pembicara itu mempunyai niat yang baik atau niatnya biasa-biasa saja. Adapun khalwat, hukumnya dilarang dalam agama Islam. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya: "Janganlah ada di antara kalian yang berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya." (HR. Bukhari dan Muslim) Khalwat adalah perbuatan menyepi yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain.
Perbuatan ini dilarang karena ia dapat menyebabkan atau memberikan peluang kepada pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang dilarang. Kerana ada sabda Nabi SAW bermaksud: “Tiadalah seorang lelaki dan perempuan itu jika mereka berdua-duaan melainkan syaitanlah yg ketiganya”(Hadis Sahih) Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan. Tetapi berbual2 melalui telepon di luar keperluan syar'i juga dikira berkhalwat. Karena mereka sepi dari kehadiran orang lain, meskipun fisikal mereka tidak berada dalam satu tempat.
Namun melalui telepon mereka lebih bebas membicarakan apa saja selama berjam-jam tanpa merasa dikawal oleh sesiapa Dan haram juga ialah perkara2 syahwat yang membangkitkan hawa nafsu contohnya yang berlaku pada kebanyakkan muda mudi atau remaja2 sekarang dimana sms atau email atau Facebook atau Friendster atau seumpamanya menjadi alat untuk memadu kasih yang memuaskan nafsu diantara pasangan dan masing2 melunaskan keinginan dan keseronokkan semata2. Membincangkan perkara2 lucah lebih2 lagi hukumnya adalah haram.
Kesimpulan: Hukum chatting sama dengan menelepon sebagai mana yang sudah kita terangkan di atas. Artinya chatting di luar keperluan yang syar'i termasuk khalwah. Begitu juga dengan sms. Walaupun dengan niat berdakwah.
Karena berdakwah kpd jenis lawan bukanlah suruhan agama kerana Allah telah menetapkan untuk berdakwah kpd lelaki adalah lelaki juga, begitu juga sebaliknya. Namun bila ada tuntutan syar'i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai keperluan. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah kita jelaskan di atas. Di sinilah menuntut kejujuran kita kpd Allah dalam mengukur sejauhmana urusan kita itu satu keperluan atau mengikut nafsu semata-mata. Dan kejujuran itu pula bergantung sejauhmana iman kita kepada Allah. Jika muraqabatillah kita kuat( yakni merasa diri sentiasa dalam pandangan Allah), maka itu yg akan menjadi pengawal kita.
Jika tidak maka kita akan hanyut bersama orang2 yg terpedaya dengan teknologi moden ini. Na’uzubillah. Agak menyedihkan juga dengan kenyataan saudari, bahawa dalam suasana nyata saudari amat menjaga batas pergaulan dgn lelaki bukan mahram ,namun di alam cyber saudari bebas berbual mesra tanpa batasan syara’.
Saya percaya ramai remaja muslimah yang terjebak ke dalam situasi yang syubhah ini. Internet sangat baik untuk kita, dimana ia memudahkan banyak urusan kita tapi jika kita menyalahgunakannya akan membawa akibat buruk kepada akhlak dan masyarakat kita.
- Semoga jawapan ini dapat memandu para muslim dan muslimah remaja atau dewasa dalam melayari kehidupan yang penuh ujian keimanan ini. Alangkah bahagianya jika para remaja muslim dan muslimah yg terdiri dari para intelek hari ini berpegang teguh kepada tali agama yaitu taat kepada perintah dan larangan Allah dalam setiap urusan hidupnya.Semoga dgn itu Allah akan menurunkan rahmahNya kpd kita semua. Dan semoga Allah menjauhkan kita dari segala fitnah dunia yang sangat manis pada pandangan mata. Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga mendapat manfaat. Wallahu a'lam. SUMBER: Ust.Shahidah Sheikh Ahmad
Posted by
zuraini mzahry
Labels:
kehidupan
Maaf Saya Tidak Bersalam Dengan Lelaki
"I noticed you did not shake hands with guys", sapa Sian Hodgson berketurunan Welsh, kawan sekuliah saya.
"True. It is Islam. We are not allowed to physically touch the opposite gender except our spouses and family members", secara ringkas diterangkan kepadanya.
"Just like the Jews! Jewish women do not shake hands with men", ujarnya.
Jika Sian teruja dengan ilmu baru berkaitan Islam, saya pula teruja dengan apa yang dia kongsikan.
Saya tahu, Yahudi dan Islam percaya tuhan adalah Esa.
Saya tahu, Yahudi dan Islam mengaku Nabi Musa as adalah utusan Yang Maha Pencipta.
Namun, tidak pernah pula saya tahu bahawa Yahudi tidak bersalaman dengan yang berlainan jantina, kecuali yang halal sahaja! Menarik.
Lebih menarik lagi apabila Sian, bukan beragama Yahudi mahu pun Islam, tidak mempersoalkan hatta memperlekeh apa yang saya terangkan.
Perbualan di atas sekadar mengisi masa ketika berehat sebentar daripada kerja-kerja seni bina yang tidak akan pernah sempurna.
Perbualan berlaku di studio, tempat kami berkerja,
Semestinya jawapan yang diberikan kepada Sian tidak melayakkan A1 untuk subjek pendidikan agama.
Saya kira, jawapan ringkas sudah memadai untuk kali yang pertama.
Andai saya memasukkan istilah lelaki ajnabi dan yang sewaktu dengannya, sulit!
Saya menjawab bukan untuk mengajar agama. Tiadalah bertauliah pula.
Sekadar menyampaikan mesej bahawa Islam punya prinsip.
Namun, disebalik mesej, saya terpukul sendiri.
Belajar Dari Barat?
Sebelum berangkat di luar negara, kami ditekankan tentang menghargai masa.
Hal ini termasuklah bab ketepatan masa serta memanfaatkan semaksimum mungkin masa yang ada.
Maka, ketika persediaan di kolej sebelum ke luar negara lagi sudah dilatih. Ditambah pula tenaga pengajarnya mat saleh.
Sekalipun dewan belum dipenuhi pelajar, andai cukup masa, pengerusi majlis harus memulakan acara. Jika tidak, isu besar!
Hal yang sama turut jelas diamalkan ketika saya di luar negara selama tiga tahun.
Sama ada di peringkat individu, masyarakat, hatta sistem sosial yang dirancang oleh pemimpin, turut mengaplikasikannya. Menghargai masa.
Paling terkesan ialah sistem pengangkutan awam. Selaku pengguna setia, saya cukup berpuas hati dengan sistem serta perkhidmatan yang disediakan.
Samada perkhidmatan bas dalam bandar sehinggalah perkhidmatan keretapi antara bandar, semuanya mempunyai jadual waktu yang tersendiri.
Jam dan minit telah ditetapkan. Selalunya tepat, jarang-jarang tiba awal atau terlewat. Jarang sekali.
Cumanya, pernah sebanyak dua kali saya tertinggal kereta api.
Malu dengan diri sendiri. Terlewat beberapa minit, kadangkala saat! Kata orang sudah takdir.
Kata saya, jangan salahkan takdir, muhasabah kecuaian sendiri.
Itulah Barat yang mengajar saya bahawa prinsip menepati masa berbicara melalui perbuatan.
Bukan sekadar ditulis didinding menjadi hiasan. Bukan sekadar ucapan, dibuktikan dengan tindakan.
Jauh sekali ingin mengagungkan Barat dengan prinsip menghormati masa kerana Islam jauh lebih hebat dalam hal yang serupa.
"Demi Masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar".
Islam menyatakan prinsip menghargai masa sejak lebih daripada 1400 tahun dahulu. Ditulis dengan jelas bahkan kekal ke hari ini di dalam kitab suci. Soalnya...
Muslim.
Menanam Prinsip
Memegang kukuh sesuatu prinsip perlukan latihan secara berterusan. Seperti kata manusia, the best way to learn it is to do it!
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Islam dari awal lagi menyediakan latihan khusus bagi mengamalkan prinsip menghargai masa.
Latihan melalui pergerakan. Latihan sepanjang kehidupan bahkan jatuh hukum wajib apabila sudah akil baligh.
Latihan yang diulang-ulang lima kali sehari, hatta dalam keadaan sakit melainkan tidak sedarkan diri.
Latihan tanpa perlu ada sesiapa memantau, hanya berdasarkan hubungan antara manusia dan pencipta. Itulah solat.
Setiap kali azan berkumandang, umat Islam dianjurkan untuk meninggalkan pekerjaan dan menyahut seruan Hayya 'ala solah.
Berpusu-pusulah manusia bergerak ke masjid untuk solat jemaah bersama-sama.
Bergerak daripada satu perbuatan kepada perbuatan yang lain.
Usai bersolat, digalakkan pula agar terus beralih kepada urusan yang seterusnya. Hanya mereka yang tersilap faham kekal duduk di masjid berzikir panjang berjela, beribadah katanya.
Sedangkan ibadah itu luas.
Ringkasnya, ibadah solat melatih Muslim menghargai masa dalam tiga perkara, sekurang-kurangnya pada pengamatan saya.
Apa pun, bukan kita bercerita tentang masa. Mesej utama ialah prinsip. Menghargai masa adalah salah satu prinsip Islam. Sama-sama kita bermujahadah menjadi Muslim yang berpegang teguh pada prinsip Islam. InsyaAllah.
- Artikel iluvislam.com
"True. It is Islam. We are not allowed to physically touch the opposite gender except our spouses and family members", secara ringkas diterangkan kepadanya.
"Just like the Jews! Jewish women do not shake hands with men", ujarnya.
Jika Sian teruja dengan ilmu baru berkaitan Islam, saya pula teruja dengan apa yang dia kongsikan.
Saya tahu, Yahudi dan Islam percaya tuhan adalah Esa.
Saya tahu, Yahudi dan Islam mengaku Nabi Musa as adalah utusan Yang Maha Pencipta.
Namun, tidak pernah pula saya tahu bahawa Yahudi tidak bersalaman dengan yang berlainan jantina, kecuali yang halal sahaja! Menarik.
Lebih menarik lagi apabila Sian, bukan beragama Yahudi mahu pun Islam, tidak mempersoalkan hatta memperlekeh apa yang saya terangkan.
Perbualan di atas sekadar mengisi masa ketika berehat sebentar daripada kerja-kerja seni bina yang tidak akan pernah sempurna.
Perbualan berlaku di studio, tempat kami berkerja,
Semestinya jawapan yang diberikan kepada Sian tidak melayakkan A1 untuk subjek pendidikan agama.
Saya kira, jawapan ringkas sudah memadai untuk kali yang pertama.
Andai saya memasukkan istilah lelaki ajnabi dan yang sewaktu dengannya, sulit!
Saya menjawab bukan untuk mengajar agama. Tiadalah bertauliah pula.
Sekadar menyampaikan mesej bahawa Islam punya prinsip.
Namun, disebalik mesej, saya terpukul sendiri.
Islam serta Muslim adalah dua entiti yang berbeza.
Muslim punya prinsip?Belajar Dari Barat?
Sebelum berangkat di luar negara, kami ditekankan tentang menghargai masa.
Hal ini termasuklah bab ketepatan masa serta memanfaatkan semaksimum mungkin masa yang ada.
Maka, ketika persediaan di kolej sebelum ke luar negara lagi sudah dilatih. Ditambah pula tenaga pengajarnya mat saleh.
Sekalipun dewan belum dipenuhi pelajar, andai cukup masa, pengerusi majlis harus memulakan acara. Jika tidak, isu besar!
Hal yang sama turut jelas diamalkan ketika saya di luar negara selama tiga tahun.
Sama ada di peringkat individu, masyarakat, hatta sistem sosial yang dirancang oleh pemimpin, turut mengaplikasikannya. Menghargai masa.
Paling terkesan ialah sistem pengangkutan awam. Selaku pengguna setia, saya cukup berpuas hati dengan sistem serta perkhidmatan yang disediakan.
Samada perkhidmatan bas dalam bandar sehinggalah perkhidmatan keretapi antara bandar, semuanya mempunyai jadual waktu yang tersendiri.
Jam dan minit telah ditetapkan. Selalunya tepat, jarang-jarang tiba awal atau terlewat. Jarang sekali.
Cumanya, pernah sebanyak dua kali saya tertinggal kereta api.
Malu dengan diri sendiri. Terlewat beberapa minit, kadangkala saat! Kata orang sudah takdir.
Kata saya, jangan salahkan takdir, muhasabah kecuaian sendiri.
Itulah Barat yang mengajar saya bahawa prinsip menepati masa berbicara melalui perbuatan.
Bukan sekadar ditulis didinding menjadi hiasan. Bukan sekadar ucapan, dibuktikan dengan tindakan.
Jauh sekali ingin mengagungkan Barat dengan prinsip menghormati masa kerana Islam jauh lebih hebat dalam hal yang serupa.
"Demi Masa! Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar".
Islam menyatakan prinsip menghargai masa sejak lebih daripada 1400 tahun dahulu. Ditulis dengan jelas bahkan kekal ke hari ini di dalam kitab suci. Soalnya...
Muslim.
Menanam Prinsip
Memegang kukuh sesuatu prinsip perlukan latihan secara berterusan. Seperti kata manusia, the best way to learn it is to do it!
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Islam dari awal lagi menyediakan latihan khusus bagi mengamalkan prinsip menghargai masa.
Latihan melalui pergerakan. Latihan sepanjang kehidupan bahkan jatuh hukum wajib apabila sudah akil baligh.
Latihan yang diulang-ulang lima kali sehari, hatta dalam keadaan sakit melainkan tidak sedarkan diri.
Latihan tanpa perlu ada sesiapa memantau, hanya berdasarkan hubungan antara manusia dan pencipta. Itulah solat.
Setiap kali azan berkumandang, umat Islam dianjurkan untuk meninggalkan pekerjaan dan menyahut seruan Hayya 'ala solah.
Berpusu-pusulah manusia bergerak ke masjid untuk solat jemaah bersama-sama.
Bergerak daripada satu perbuatan kepada perbuatan yang lain.
Usai bersolat, digalakkan pula agar terus beralih kepada urusan yang seterusnya. Hanya mereka yang tersilap faham kekal duduk di masjid berzikir panjang berjela, beribadah katanya.
Sedangkan ibadah itu luas.
Ringkasnya, ibadah solat melatih Muslim menghargai masa dalam tiga perkara, sekurang-kurangnya pada pengamatan saya.
01.Pertama, ketepatan masa. Sebelum waktu solat lagi dianjurkan untuk bersiap sedia dan tiba sedikit awal untuk mengerjakan solat sunat.
Apa jua pekerjaan sewajarnya ditinggalkan apabila tiba waktu solat. On time!
02.Kedua, tidak menangguh-nangguhkan masa. Sikap tidak bertangguh dalam solat dinyatakan dengan jelas di dalam ayat sembilan Surah Al-Mukminun.
Antara ciri orang beriman ialah mereka yang memelihara solatnya dan beruntunglah mereka. Bayangkan dalam menyiapkan coursework kuliah misalnya, andai ditangguh, bukankah parah?
03.Ketiga, memanfaatkan masa sebaik mungkin. Solat ialah masa bertemu dengan Allah swt. Manusia dituntut memanfaatkan masa tersebut dengan hanya mengingatiNya dan meninggalkan urusan dunia.
Khusyuk. Selesai solat, tidak berlengah-lengah. Segera berpindah pada pekerjaan lain pula. Setiap masa perlu diisi dengan perkara baik dan diusahakan sehabis baik.
Hebat bukan? Islam bukan sekadar menyatakan prinsip, bahkan menyediakan latihannya sekali. Percuma!
Saya sendiri masih bermujahadah mengamalkan latihan ini. Samada ketika menyahut seruan menghadapNya, juga dalam berurusan sesama manusia.Apa pun, bukan kita bercerita tentang masa. Mesej utama ialah prinsip. Menghargai masa adalah salah satu prinsip Islam. Sama-sama kita bermujahadah menjadi Muslim yang berpegang teguh pada prinsip Islam. InsyaAllah.
- Artikel iluvislam.com
Biodata Penulis
Nuur Zaffan Khalid merupakan graduan seni bina dari University of Nottingham, United Kingdom.
Posted by
zuraini mzahry
Labels:
kehidupan
Kami kawan je bukan ada apa2...
kami kawan je, bukan ada apa-apa... ya kah? Anda kah yang menentukannya?
Ikhtilat. Maksudnya percampuran. Biasanya, kalimah ini digunakan, dengan merujuk kepada percampuran antara lelaki dan perempuan secara tidak syara’.
Ada seorang ‘bro’ ni, yang menggunakan nickname Mankind bertanya kepada saya:
“ salam..bro.Asyraf..ap pendpt kalau lelaki berkwn rpt dgn perempuan..salah ke? m’langgar ikhtilat ?.. sesetgh dr kami yg b’fikiran ‘cinta2 tu tidak d’janjikan…tp friendship itu pastilah’…tp sesetgh org m’mndang serong..kalau b’kwn b’lainan jantina. mcm berdosa besar..setiap kita memerlukan antra satu sama lain..sy susah btul nak hndle org mcm ni”
Saya sudah berjanji dengan Bro Mankind ni, untuk membicarakan hal yang dia tanyakan ini di dalam satu post khas. Biar semua orang boleh kongsi manfaatnya.
Maka Bro Mankind, izinkanlah ‘Bro Asyraf’ kamu ni menerangkan. Harapnya kita semua dapat buka hati kita dalam berkomunikasi dengan masalah ini ya. Yang benar itu tetap benar walaupun semua orang tidak suka, yang batil itu tetap batil walau seluruh dunia menyukainya.
Sebenarnya, percampuran lelaki dengan perempuan adalah amat dipandang berat oleh ISLAM. Tidak hairanlah jika kita tidak menjaga pergaulan kita dengan kaum berlawanan jenis, maka kita akan dipandang serong dan mungkin akan dikutuk cela.
ALLAH SWT berfirman: “ Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya(zina) itu adalah satu perbuatan yang keji, dan jalan yang buruk” Surah Al-Israa’ ayat 32.
Ayat ini popular bukan? Selalu kita dengar orang melaung-laung ulang ayat ini bila hendak menceritakan hal kenapa dilarangnya bercampur lelaki dengan perempuan. Tetapi ramai yang membalas semula: “Kami bukan nak berzina. Kami kawan je. Mana ada sentuh-sentuh.”
Tak mengapa. Kamu cerdik. Pandai kamu memberikan alasan. Saya tinggalkan dulu persoalan “Kami bukan nak berzina” ini. Mari kita perhatikan terlebih dahulu, bagaimanakah ALLAH menitik beratkan pergaulan lelaki dan perempuan ini.
Kalau kita perhatikan, ayat larangan mendekati zina terletak di tengah-tengah Surah Al-Israa. Bukan di hadapan, bukan di belakang. Itu ayat melarang. Satu teguran, pesanan daripada ALLAH SWT untuk menyatakan buruknya zina itu. Ayat sebegitu diletak di tengah-tengah.
Mari kita selak Surah An-Nur. Lihat, apa yang ALLAH SWT firmankan di awal surah itu:
“ Inilah satu surah yang KAMI turunkan dan KAMI wajibkan(menjalankan hukum-hukumnya), dan KAMI turunkan di dalamnya(surah ini) tanda-tanda(kebesaran ALLAH) yang jelas agar kamu tergolong dari kalangan orang yang beringat” Surah An-Nur ayat 1.
Lihat ayat seterusnya:
“ Penzina perempuan dan penzina lelaki, sebatlah kedua mereka dengan seratus sebatan, dan janganlah rasa belas kasihan kammu terhadap mereka bedua mencegah kamu untuk(menjalankan) agama(hukum) ALLAH, jika kamu beriman kepada ALLAH dan hari kemudian. Dan hendaklah(perlaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebahagian orang-orang yang beriman” Surah An-Nur ayat 2.
Pada ayat kedua, terus ALLAH SWT menyatakan hukuman zina. Tanpa ada mukaddimah yang panjang, tanpa menyatakan cara-cara menjauhi zina, ALLAH terus menarik perhatian manusia dengan menyatakan hukuman terlebih dahulu. Hal ini menunjukkan, betapa penting dan besarnya permasalahan zina ini.
“ Ya la, kami bukan nak berzina” Mungkin ada di antara kita membantah. Ya ya, saya faham. Tapi sekarang, kamu nampak tak berzina ni benda yang amat-amat tercela dan terlarang? ALLAH SWT menitik beratkan permasalahan zina ini, berbanding permasalahan menyebar berita palsu, masalah masuk rumah tanpa izin dan pelbagai lagi masalah yang disebut di dalam Surah An-Nur. Dalam banyak masalah itu, zina adalah yang ALLAH letakkan paling hadapan. Malah, bukannya menyatakan itu dan ini berkenaan zina. Tetapi terus kepada hukuman. Dari segi uslub bahasa, ini menunjukkan bahawa permasalahan zina adalah besar.
“ Ya la, tapi kau tak faham ke, kami bukan nak berzina” Ok. Tapi berzina ni benda yang besar, itu kita setuju dan bersepakat bukan? “ ya la. Tapi masalahnya, besar mana pun zina tu, kami berkawan je, bukan nak buat zina tu. So, apa masalahnya?”
Hu hu… Pandainya.
Dalam semua perkara yang terjadi dalam dunia ini, ada yang tiba-tiba terus berlaku kah? Pokok, tiba-tiba terus jadi pokok yang tinggi, banyak cabang. Rumah, tiba-tiba terus terpacak bangunan dua tingkat, bersama swimming pool dan sebagainya. Begitu?
Semua perkara, ada permulaannya. Begitu juga dengan zina. Agak-agak, kalau terus-terus ajak perempuan atau lelaki berzina, dia mahu kah? Mahu kena lempang kamu. Berzina ada gerak langkahnya. Boleh bermula dengan seringan-ringan chatting, boleh bermula dengan semudah perbualan, malah yang paling senang boleh bermula dengan penglihatan.
Di dalam Surah An-Nur, ALLAH SWT berfirman:
“ Katakanlah kepada lelaki-lelaki yang beriman, agar mereka menjaga pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya, ALLAH Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan” Surah An-Nur ayat 30.
Kemudian ALLAH SWT berfirman: “ Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka…” Surah An-nur ayat 31.
Kalau diperhatikan dari segi susunan dan penggunaan ayat, ada sesuatu yang besar di dalam larangan mendekati zina tadi. Kita perhatikan, di dalam Surah Al-Israa’ ayat 32, ALLAH SWT menyebut: “ Dan janganlah kamu dekati…” Perkataan ‘dekati’(dalam bahasa arab: Taqrobu) itu digunakan. Kalau di dalam Surah An-Nur ayat 30 itu, di penghujungnya ALLAH menyatakan: “ Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan” Kalau dilihat dalam bahasa arab, ‘apa yang mereka kerjakan itu’ ALLAH telah gunakan perkataan ma yasna’uun bukannya ma yaf’aluun(Kalau diterjemahkan ke bahasa melayu, maknanya akan kelihatan sama. Yakni maksudnya: Apa yang mereka kerjakan)
Tetapi, tidak ramai yang tahu perbezaan yasna’uun dan yaf’aluun. Tahukah kamu apakah perbezaannya? Yaf’aluun ini membawa maksud benda yang kita buat tanpa berdikit-dikit. Contohnya, menampar. Terus sahaja tamparan kita melayang, tidak lama pun. Mungkin dalam masa beberapa saat. Contoh lain berbohong, terus sahaja kita berbohong, tak perlu jangka masa lama pun.
Tetapi yasna’uun ini berbeza maksudnya. Yasna’uun membawa maksud perbuatan yang berdikit-dikit, terancang, perlahan-lahan hingga mencapai hasilnya. Sebab itu, kalau anda perasaan, perkataan ‘kilang’ dalam bahasa arab adalah ‘sina’ah’. Kenapa perkataan ‘kilang’ diterjemahkan sebagai ‘sina’ah’ dalam bahasa arab? Hal ini kerana, kilang memprodus sesuatu perkara itu berdikit-dikit, terancang. Macam kilang buat kereta, bukannya kereta itu terus menjadi kereta. Ada checkpoint-checkpointnya di dalam kilang. Bahagian pasang tingkap, bahagian pasang wayar, bahagian pasang tayar dan sebagainya. Perlahan-lahan sebuah kereta melalui proses, yang akhirnya di penghujung, menjadi sebuah kereta yang boleh dipandu. Begitulah maksud yasna’uun. Perbuatan berdikit-dikit, terancang, satu demi satu, hingga mencapai matlamat.
Kenapa ALLAH gunakan Yasna’uun dalam kes menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan? Maksudnya, ALLAH itu Maha Tahu, dari berkenaan pergerakan kita hendak menghampiri zina itu, dan semua itu dilarang. Itulah kaitannya dengan “ Jangan kamu mendekati…”. Perlahan-lahan kita menghampiri zina, dan itu adalah perkara yang dilarang.
Kemudian kita lihat susunan ayat 30 dan 31. Apakah yang kita perasan? ALLAH telah menyebut lelaki terlebih dahulu sebelum perempuan bukan? Ayat 30, ALLAH berpesan kepada lelaki terlebih dahulu, barulah kepada perempuan bukan? Apakah maksud yang tersirat di sebalik penyusunan ayat ini?
ALLAH hendak menyatakan secara halus, bahawa lelaki itu lebih lemah dalam berurusan dengan hawa nafsu. Lelakilah yang mudah terjerumus, tergugat, bila melihat perempuan berpakaian terdedah, bila digoda dan sebagainya. Sebab itulah ALLAH SWT menyebut lelaki terlebih dahulu.
Di dalam ayat 2 Surah An-Nur pula, kalau kita perasan, ALLAH menyebut:“ Penzina perempuan dan penzina lelaki…” Di situ, kita dapat melihat ALLAH menyebut perempuan terlebih dahulu sebelum lelaki dalam hukuman zina. Kenapa? Sedangkan dalam ayat hukuman kepada pencuri, ALLAH berfirman: “ Lelaki yang mencuri dan perempuan yang mencuri…” (Al-Maidah: 38) ALLAH telah mengutamakan lelaki dari perempuan. Kenapa dalam hukuman zina, perempuan di dahulukan?
Mudah sahaja. Hal ini kerana, perempuan biasanya menjadi faktor kepada zina itu sendiri. Kalau dalam hal kecurian, lelaki mempunyai lebih kudrat untuk menjadi pencuri berbanding perempuan. Nampak? Susunan ayat di dalam Al-Quran juga ada rahsianya.
“ Ala, kami sembang je, studi sama-sama, bukan nak sentuh-sentuh, bukan nak cium-cium”
Kamu bagi alasan lain. Kenapa nak buat juga walaupun sudah nampak ALLAH larang perkara ini? Tetapi tak mengapalah. Saya layan. Saya bagi pandangan saya.
Saya bagi soalan. Kita ini dengan Nabi Adam, siapakah yang lebih hebat lagi?
Nabi Adam itu Nabi, pernah hidup dalam syurga, dicipta langsung oleh ALLAH SWT, dan malaikat-malaikat pernah sujud kepadanya. Tapi, tahukah kamu apa yang terjadi kepada baginda? Bukankah baginda tertipu oleh syaitan? Bukankah baginda diturunkan ke bumi kerana tertipu denga syaitan?
Jangan ingat, dalam kehidupan kita, hanya ada manusia, tumbuhan, dan haiwan sahaja. Dalam kehidupan kita, ada syaitan yang telah bersumpah untuk menyesatkan kita dengan bersungguh-sungguh. Syaitan yang telah berjaya menipu Nabi Adam, syaitan yang telah berjaya menyesatkan jutaan abid.
Anda lebih hebat daripada Nabi Adam kah?
Kalau kita perasan, sahabat-sahabat Rasulullah SAW juga menuntut ilmu dengan isteri Rasulullah SAW selepas kewafatan Rasulullah SAW. Bagaimana kah cara mereka menuntut ilmu dengan isteri Rasulullah SAW?
Isteri Rasulullah SAW akan berada di belakang tabir, kemudian menyampaikan ilmu.
Nampak? Wahai perempuan, anda dengan isteri Rasulullah SAW, siapakah yang lebih tinggi imannya? Wahai lelaki, siapakah anda jika hendak dibandingkan dengan sahabat Rasulullah SAW? Alangkan mereka yang telah dijanjikan syurga ini pun masih lagi bertabir, menjaga pandangan, menjaga pergaulan mereka, bagaimanakah anda?
Kenapa mereka begitu menjaga sekali pergaulan? Hal ini kerana, meraka faham bahawa syaitan itu akan berusaha bermati-matian untuk menyesatkan. Syaitan akan mencari lubang-lubang untuk membuat serangan. Maka, cara yang terbaik adalah menutup langsung lubang-lubang itu. Cara melarang melakukan perkara kecil yang ditakuti mendatangkan mudarat yang besar ini adalah dinamakan Sadduz Zara’i’. Sadduz Zara’i’ adalah salah satu cara yang digunakan ulama’ dalam menjatuhkan hukum.
Mari kita perhatikan firman ALLAH SWT dalam Surah An-Nur juga pada ayat 21.
“ Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kau mengikuti jejak langkah syaitan. Maka sesungguhnya dia(syaitan) mengajak kamu mengerjakan perbuatan keji dan mungkar…”
Lihat, apakah perkataan yang ALLAH gunakan dalam pesanan ini. “ Janganlah kamu mengikuti jejak langkah syaitan…” Lihat, jejak langkah. Maksudnya, syaitan ini akan membawa kita sedikit demi sedikit, sedikit demi sedikit, hinggalah akhirnya, kita tidak perasan yang kita telah terperangkap dalam keingkaran kita kepada ALLAH SWT.
Syaitan tak akan kata kepada kita: “ Berzinalah kau dengan dia” Gerenti kita tempelak balik syaitan dengan berkata: “ Gila ke? Zina tu dosa besar!”
Syaitan tidak sebodoh itu. Syaitan adalah makhluk yang berjaya membuatkan beberapa kaum membunuh nabi-nabi mereka. Syaitan adalah makhluk yang pernah berjaya menundukkan jutaan abid. Syaitan juga adalah makhluk yang berjaya memperdayakan Nabi Adam. Masakan dia akan bertindak bodoh untuk memperdayakan kita. Syaitan ada jutaan teknik untuk memperdayakan kita. Dia akan memimpin kita, perlahan-lahan, sedikit demi sedikit, bermula dengan sekecil-kecil perkara, perlahan-lahan mendaki satu demi satu tangga maksiat, dan akhirnya memerangkap kita dalam kemungkaran. Yang pertama syaitan lumpuhkan adalah hati. Biar hati tidak nampak lagi itu baik atau buruk. Kemudian dia akan matikan akal. Biar kita tidak dapat fikirkan lagi dosa pahala. Akhrinya, dia akan menolak kita melakukan pengingkaran kepada ALLAH. Bukan dalam hal zina sahaja, tetapi dalam semua medan dosa.
Di akhirat nanti, kita akan berkata kepada ALLAH SWT: “ Ya ALLAH, Syaitan inilah yang menyesatkan aku. Aku tidak mahu ingkar pada ENGKAU sebenarnya, tetapi syaitan ini telah menutup akalku, mematikan hatiku. Ya ALLAH, siksalah dia dan jangan kau siksa aku”
Masa itu, tahukah anda apa yang syaitan akan katakan kepada kita?
ALLAH SWT berfirman: Dan syaitan berkata ketika perkara(hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya ALLAH telah menjanjikan kepadamu janji yanng benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya(menipu). Tidak ada kekuaasaan bagiku terhadapmu(aku tidak memaksamu) melainkan aku (sekadar) menyerumu. Lalu kamu yang mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kammu mencerca(menyalahkan) aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu dan kamu pun tidak akan dapat emnolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu menyekutukan aku(dengan ALLAH) semenjak dulu” Sesungguhnya, orang-orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih” Surah Ibrahim ayat 22.
Lihat, syaitan yang menghasut akan meninggalkan kita.
Manusia pula, sifatnya lemah. Sebentar di atas, sebentar di bawah. Iman manusia itu juga sifatnya naik dan turun. Maka, bagaimana kita hendak menyelamatkan diri kita daripada hasutan tipu daya syaitan, jika kita sendiri melemahkan diri kita, sengaja berbuat kemungkaran? Bagaimana hendak menjaga keimanan, ketaatan kepada ALLAH jika kita sendiri yang membuka pintu untuk syaitan menghasut kita?
Nampak? Adakah sekarang anda sudah nampak kenapa ikhtilat itu tidak dibenarkan? Nampak kah kamu kenapa ALLAH melarang lelaki dan perempuan bercampur tanpa batasan?
Masihkah anda hendak berkata: “ Ala, kami bukannya apa, kawan je” ?
Syaitan akan mencucuk anda, menghasut anda, dari arah dan cara yang tidak anda sangka-sangka. Alangkan sahabat Rasulullah SAW, isteri Rasulullah SAW yang dijanjikan syurga juga berjaga-jaga, bagaimanakah anda yang tidak tahu ke mana lagi anda akan pergi di hari nanti?
“ Ish, susah la…” Alasan anda yang terakhir bukan?
ALLAH akan bayar kesusahan anda yang sedikit ini, dengan syruga yang kekal abadi, penuh dengan kenikmatan, malah perkara-perkara yang anda tidak pernah impikan pun ada di dalamnya. Apa lah sangat kesusahan yang ada di dunia ini?
Dan, perhatian kepada mereka yang mencela, mengutuk, memboikot, menghina sesiapa yang telah terjebak dengan ikhtilat ini, saya nasihatkan, hentikanlah.
“ Aku dah tegur dia 10 kali, dia tak mahu dengar jugak. Jadi aku boikot la”
“ Aku nampak dia pegang tangan dengan makwe dia, aku cela lah. Mana boleh biar orang macam tu senang. Nanti dia terus lagi buat dosa. Nanti dia ingat dia betul”
Ya kah? Begitukah caranya menegur?
Jika benar, maka pada hari lelaki arab kencing di dalam masjid, maka Rasulullah SAW akan membiarkan sahabat-sahabat baginda memukul lelaki itu. Jika benar, maka pada hari Saidina Umar meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk memenggal kepala ketua munafik, Abdullah ibn Ubay ibn Salul, maka Rasulullah SAW akan membenarkan. Jika benar, maka Rasulullah SAW tidak akan mengajak penyembah berhala – syirik, menyekutukan ALLAH, kufur kepada ALLAH, dosa yang teramat besar – untuk kembali kepada ALLAH SWT.
Siapa ajar kamu untuk boikot orang berdosa?
Adakah kamu hendak beratnggungjawab jika orang berdosa itu terus melarikan diri daripada cahaya ALLAH akibat pemboikotan, celaan, hinaan kamu kepadanya? Bagaimanakah kamu akan menjawab di hadapan ALLAH bila orang larut dalam dosa kerana membecin tindakan kamu itu berkata: “ YA ALLAH, aku jauh dari hidayah KAU sebab si fulan ni ajak orang boikot aku, hina aku, cela aku. Aku benci kepadanya, sebab itu aku jauh dari hidayah KAU”
Apakah yang kamu hendak menjawab bila ALLAH tanya: “ Kenapa kamu berputus asa dengan hambaKu ini? Sedangkan AKU tidak pernah berputus asa untuk mengampunkan hamba-hambaKu?”
Apakah yang kamu belajar daripada Nabi Nuh yang terusan berdakwah selama 950 tahun? Bagaimanakah kammu belajar daripada Rasulullah SAW yang terus mendoakan kebaikan walau dibaling batu sehingga terperah darahnya?
Kamu panggil kamu golongan kebenaran? Mengajak kepada kebaikan? Maka kenapa kamu mencela-cela, menghina-hina, memulaukan mereka yang memerlukan lagi teguran kamu, nasihat kamu, bimbingan kamu?
Da’ie jenis apakah kamu?
Menegur ada caranya. Hikmah. Bukanlah hikmah ini berlembut semata-mata. Tetapi hikmah ini kena dengan caranya, ada stepnya, ada gayanya, kena dengan keadaan, sesuai dengann sasaran. Bukan semua manusia boleh ditegur kasar, bukan semua manusia boleh ditegur lembut. Da’ie perlu mempunyai kemahiran menilai.
Jika tidak, apa guna ilmu waqi’? Untuk tahu politik sahaja kah?
Jika tidak, apa guna ta’aruf? Sekadar hendak kenal biar boleh menghukum kah?
Kalaulah Rasulullah SAW berputus asa ketika baginda dibaling batu dengan teruk di Ta’if, maka iman dan ISLAM itu tidak sampai kepada kita hari ini. Maka siapakah kamu yang hendak berputus asa dengan sikap seorang hamba biasa?
“ Dia budak agama, takkan tak faham-faham lagi?”
Habis, Nabi Adam juga tertipu dengan syaitan. Apakah kamu hendak menyatakan Nabi Adam itu tidak faham? Ka’ab bin Malik, sahabat Rasulullah SAW juga pernah tidak pergi beperang kerana terleka dengan dunia. Maka apakah kamu hendak menyatakan kamu lebih faham ISLAM daripada Ka’ab bin Malik?
Tegurlah dengan sebaik-baik teguran. Jangan kerana kamu, manusia jauh daripada rahmat ALLAH. Da’ie tugasnya menyeru. Hakim baru tugasnya menghukum.
Sama-sama kita muhasabah. Muhasabah berkenaan ikhtilat. Dan muhasabah bagaiamana hendak mengajak manusia menjauhi ikhtilat.
Ps: Terima kasih kepada Abang Baha(nama sebenar Faiz bin Hamzah), pelajar tahun akhir Kuliah Adab(bahasa) di University of Yarmouk, merangkap Presiden PERMAIN(Persatuan Pelajar Melayu Irbid) kerana memberikan penerangan berkenaan Ikhtitlat ini, dan membahaskannya dari uslub bahasa arab. Saya secara jujurnya, terkesan dengan ceramah beliau, dan mata saya terbeliak besar memerhatikan betapa mendalamnya ayat-ayat ALLAH, kemasnya susunan ALLAH terhadap Al-Quran ini. Al-Quran, ternyata bukan untuk kita baca kemudian simpan. Tetapi untuk kita tadabbur, perhatikan, dan amal.
Posted by
zuraini mzahry
Labels:
kehidupan
Subscribe to:
Posts (Atom)



